Catatan Akhir Tahun: Pantoum

Tiga hari lepas saya buat e-mel baru khas untuk saya terima newsletter daripada laman-laman yang akan menghantarkannya secara percuma. Salah satunya adalah Poets.org. Laman ini akan menghantarkan saya setiap puisi baru setiap hari tepat pada pukul tujuh setengah malam dan puisi yang pertama saya dapat adalah seperti di bawah:

You grow up hearing two languages. Neither fits your fits
Your mother informs you “moon” means “window to another world.”
You begin to hear words mourn the sounds buried inside their mouths
A row of yellow windows and a painting of them

Your mother informs you “moon” means “window to another world.”
You decide it is better to step back and sit in the shadows
A row of yellow windows and a painting of them
Someone said you can see a blue pagoda or a red rocket ship

You decide it is better to step back and sit in the shadows
Is it because you saw a black asteroid fly past your window
Someone said you can see a blue pagoda or a red rocket ship
I tried to follow in your footsteps, but they turned to water

Is it because I saw a black asteroid fly past my window
The air hums—a circus performer riding a bicycle towards the ceiling
I tried to follow in your footsteps, but they turned to water
The town has started sinking back into its commercial

The air hums—a circus performer riding a bicycle towards the ceiling
You grow up hearing two languages. Neither fits your fits
The town has started sinking back into its commercial
You begin to hear words mourn the sounds buried inside their mouths
 
(Music from Childhood ~ John Yau) 
Bentuk puisi di atas ialah pantoum; berasal dari perkataan pantun dan mengambil bentuk pantun berkait – baris kedua dan keempat dijadikan baris pertama dan ketiga pada rangkap seterusnya – dan mengikut maklumat yang saya dapat penyair barat telah mencipta bentuk mereka sendiri iaitu akan mengambil rangkap pertama menjadi rangkap terakhir. Apa-apa pun, itu bukanlah menjadi kemestian. Terlalu terikat dengan bentuk akan membuat penulisan menjadi bosan bagi saya.

Mendapat pantoum yang berasal dari Kepulauan Melayu sebagai puisi pertama merupakan sebuah kebetulan yang membahagiakan saya. Ia satu permulaan yang baik.

Saya tidak sabar untuk menghadapi tahun hadapan. Apa pula jenis puisi yang saya akan dapat agaknya?

Ulasan

javascript:;

Catatan Popular